Press "Enter" to skip to content

Terapi Oksigen : Cara Merawat Hampir Semua Penyakit

Berdasarkan studi medis sebagian besar bakteri dan virus-virus primitif yang ditemukan pada AIDS, ebola, tuberkolosis, rematik, dan lain-lain cenderung bersifat ‘anaerobik’ atau memiliki resistensi yang buruk terhadap oksigen. Dan sebuah pertanyaan yang menggelitik akhirnya timbul, ‘bagaimana jadinya jika virus dan bakteri anaerobik primitif dikelilingi oleh oksigen murni untuk waktu yang lama? Logikanya virus akan mati bukan, tapi benarkah?

Mengenal Apa Itu Terapi Oksigen….

Terapi memberikan oksigen terhadap virus maupun bakteri primitif yang menyerang tubuh disebut dengan ‘terapi oksigen’. Prinsip kerjanya begini, jadi secara perlahan, moderat, dan terus bertambah tertubuh dibanjiri dengan atom oksigen tunggal alam. Seperti yang kita ketahui bahwa, oksigen atom tunggal dan produknya adalah ‘oxidizers’ atau pembakar yang sangat ampuh. Mereka membakar atau mengoksidasi segala macam ampas penyebab penyakit, racun, dan polusi, kemudian mengelurakannya dari dalam tubuh.

Terapi Oksigen

Nah, jika tubuh tidak mengeluarkan ampas tersebut secara otomotasi atau dengan efisiensi 100%, maka ampas-ampas tersebut akan menumpuk dan menjadi penyakit (ini juga alasan mengapa ketika bertambah tua anda menjadi lebih sering sakit-sakitan). Nah untuk itu juga, peran terapi oksigen disini diperlukan.

Jadi dapat dikatakan bahwa ini adalah jenis terapi yang sangat sederhana dibandingkan dengan terapi perwatan yang lainnya. Saking sederhananya, sehingga terapi ini sangat menggelitik pikiran kita. Lalu apakah terapi yang sederhana ini efektif? Ya, cukup efektif.

Efektifitas Terapi Oksigen Berdasarkan Riset

Berdasarkan artikel yang berjudul ‘Inactivation of HIV Type 1 by Ozone in Vitro’ yang dipublikasikan dalam The Journal of The American Society of Hematologi (edisi 11 oktober 1991) menyatakan bahwa jika ozon (oksigen yang lebih tinggi) digunakan secara tepat dapat melemahkan aktivitas virus HIV sekitar 97-100 persen, bahkan diklaim tidak berbahaya bagi sel normal dan juga lebih aman dan efektif daripada obat-obatan HIV biasanya. Sungguh luas biasa!

Juga berdasarkan studi dengan mensurvei ratusan pasien yang menderita penyakit AIDS dan diterapi dengan oksigen atau ozon, ditemukan bahwa pada awalnya darah mereka tidak sehat (hitam dan kotor), namun setelah dilakukan terapi, darah mereka mulai beruba merah cerah, bersih, dan hidup sepenuhnya.

Tapi ada sebuah catatan bahwa terapi ini hanya dilakukan dengan resep dokter (dengan kadar konsentrasi yang sesuai), karena ketika kita menghirup oksigen dengan  yang terlalu tinggi, maka oaru-paru akan melakukan penghilangan racun secara cepat dan dapat meyebabkan edema.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *